Cangkeman: Berani Bicara Itu Baik!
Masuk

Sajak Listrik Mati Suri

Diterbitkan oleh Admin
Diperbarui pada:

Yash Patel on Unsplash
Yash Patel on Unsplash
Angin berlarian dari luar
lewat jendela kayu
berteduh di kamarku

Angin ketakutan, dikejar mendung hitam..

Semua heboh,
dedaunan menggonggong
bertepuk tangan
meriah atau mencekam

...

Yang pasti, capung dan belalang..
kini saling berpegang

“Ada granat yang keji, ditunggangi seribu tahun kelaparan”

yang tak akan pernah puas dan luluh
walaupun oleh kedamaian pohon waru

“Setiap yang berakar pun akhirnya bergoyang”

Tapi,
pepohonan memeluk bumi dengan teguh
seperti seharusnya.

Listrik mati suri..
Petir berteriak,
berkilat di langit yang basah kuyup air mata

aku kembali menjadi manusia
....

bercengkrama dengan keluarga,
seperti seharusnya.

Bojonegoro, 2022
 
 
Galih Agus Santoso

Anak teknik yang cinta sastra. Tinggal di Bojonegoro, Jawa Timur. Beberapa karyanya termuat dalam antalogi puisi “Terungku Air Mata” dan “Selamat Berbuka Puisi”. Pada 2020 ia meraih Juara 1 Lomba Menulis Puisi Tingkat Nasional yang diadakan oleh Penerbit Binarmedia. Ia aktif di instagram dengan akun @santosoogalih.

 

Bagikan:WhatsAppXFacebook

Laporkan artikel ini

Pilih alasan yang paling sesuai. Identitasmu tidak ditampilkan ke pemilik konten.

Alasan laporan

Galih Agus Santoso

Punggawa Cangkeman

Posting Komentar (0)

Masuk dengan akun Google untuk ikut berkomentar.

Masuk